Ansor, Rahmad and Ansor, Marito (2025) Dampak Fenomena Standar Tiktok Terhadap Gaya Hidup Doom Spending Gen Z Kota Medan. Dampak Fenomena Standar Tiktok Terhadap Gaya Hidup Doom Spending Gen Z Kota Medan, 9 (2). pp. 111-120. ISSN 2988-1986
1718
Download (4kB)
DAMPAK+FENOMENA+STANDAR+TIKTOK+TERHADAP+GAYA+HIDUP+DOOM+SPENDING+GEN+Z+KOTA+MEDAN.pdf
Download (714kB)
Abstract
Penelitian ini berfokus pada dampak fenomena standar tiktok terhadap gaya hidup doom spendingGen Z Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak fenomena standar TikTok terhadap perilaku doom spendingdi kalangan Gen Z di Kota Medan, Faktor yang mendorong Gen Z Kota Medan untuk melakukan doom spendingakibat pengaruh standar TikTok, dan cara mengurangi dampak negatif dari fenomena doom spending terhadap pola konsumsi Gen Z Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrptif dengan pengumpulan data primer dan sata sekunder. Data primer diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diambil dari jurnal, buku, dan referensi lain yang relevan. Hasil penelitian ini mengkaji dampak fenomena standar TikTok terhadap perilaku doom spendingdi kalangan Gen Z di Kota Medan. Doom spendingmerujuk pada perilaku konsumtif impulsif yang dipicu oleh tekanan emosional dan sosial, sering kali sebagai bentuk pelarian dari stres atau kecemasan. TikTok, sebagai platform dominan bagi Gen Z, membentuk standar gaya hidup ideal melalui konten visual yang menampilkan tren fashion, skincare, dan gaya hidup yang dianggap “kekinian”. Berdasarkan teori mood-congruent consumptiondan fenomena FOMO (Fear of Missing Out), individu terdorong untuk membeli barang demi eksistensi digital dan penerimaan sosial. Hasil wawancara dengan beberapa informan menunjukkan bahwa keputusan konsumsi mereka banyak dipengaruhi oleh konten TikTok yang bersifat sugestif, tekanan dari lingkungan digital, serta rendahnya literasi finansial. Faktor-faktor pemicu perilaku ini mencakup tekanan sosial daring, pengaruh influencer, kemudahan akses belanja daring, dan kebutuhan emosional. Untuk mengurangi dampak negatifnya, penelitian merekomendasikan peningkatan literasi media dan keuangan, kesadaran diri, pengendalian penggunaan media sosial, serta dukungan sosial yang sehat. Fenomena ini mencerminkan konflik antara identitas digital dan kondisi ekonomi riil Gen Z di era budaya konsumtif digital.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 12 Nov 2025 07:18 |
| Last Modified: | 12 Nov 2025 07:18 |
| URI: | http://eprints.cibinstitute.com/id/eprint/144 |
